11 Game Utama Assassin’s Creed Diurutkan Dari Yang Terburuk Hingga Terbaik
Tidak diduga Assassin's Creed sudah "lahir" 13 tahun lalu, telah berasa tua kah kamu? Pertama kalinya dikenalkan, game racikan dari Ubisoft ini dipandang seperti suatu hal yang unik serta baru sebab komponen parkour dan plot cerita yang satukan fiksi serta sedikit komponen historik didalamnya.

11 Game Utama Assassin’s Creed Diurutkan Dari Yang Terburuk Hingga Terbaik

Posted on

Tidak diduga Assassin’s Creed sudah “lahir” 13 tahun lalu, telah berasa tua kah kamu? Pertama kalinya dikenalkan, game racikan dari Ubisoft ini dipandang seperti suatu hal yang unik serta baru. Sebab komponen parkour dan plot cerita yang satukan fiksi serta sedikit komponen historik didalamnya. Assassin’s Creed saat itu juga jadi salah satunya franchise jagoan serta ikonik dari Ubisoft. Ketenaran franchise ini pernah dimamfaatkan melalui launching tahunan. Tetapi hal itu dihentikan sesudah formula yang makin lama makin dipandang monoton.

Suka atau tidak suka kamu dengan franchise ini, harus kamu mengakui bila Ubisoft beri suatu hal yang unik. Serta jadi salah satunya pendorong populernya “open-world” di generasi gaming saat ini. Dengan lebih dari 20 game sudah dikeluarkan atas nama franchise ini. Tentu saja semasing game miliki kualitas yang berlainan. Tetapi silahkan kita konsentrasi akan 11 seri intinya saja yang dikeluarkan pada console dan PC. Sebab berkesan tidak adil untuk memperbandingkan game dengan anggaran besar dengan spin-off yang dikeluarkan untuk mobile. Serta platform portable atau yang diurus oleh developer 3rd-party.

Tanpa ada panjang lebar lagi, berikut 11 game penting dari Assassin’s Creed dari yang terjelek sampai terbaik.

11. Assassin’s Creed: Revelations

Revelations adalah penutup dari trilogy Ezio, serta dari game berikut gamer mulai merasai jemu dengan formula dari Assassin’s Creed. Revelations tidak begitu beri feature atau mekanik yang baru untuk bikin sekuel ini patut dipanggil untuk sekuel. Salah satu yang baru yang ditawarkan dari seri ini ialah kehadiran minigame tower-defense. Serta minigame ini termasuk jelek serta kamu peluang tidak ingin sentuh lagi sesudah 2-3 kali coba.

Constantinople jadi salah satunya latar paling menjemukan yang berada di seri ini. Serta faktor cerita yang ditawarkan game termasuk meh. Ya, kita peroleh akhir perjalanan dari Ezio serta Altair yang perlu disadari benar-benar emosional. Namun apakah yang berlangsung sebelumnya tidak membekas di memory.

10. Assassin’s Creed

Assassin’s Creed di saat itu dipuji untuk salah satunya game paling unik di waktu game dengan senjata api. Mobil balap serta hack-and-slash memimpin industri gaming. Tetapi dengan makin banyak sekuel yang menawarkan banyak feature baru serta mekanik baru. Game pertama dari franchise ini sangat terasa terbatas akan kebebasan yang dapat dilaksanakan.

Gameplay dari game pertama ini sangat repetitif serta kurang macam. Dan banyak beberapa momen menjemukan yang nampaknya ditambah lagi cuma untuk memperlama waktu game. Kamu kemungkinan miliki nostalgia yang besar akan game pertama ini. Tetapi nostalgia semata-mata tidak cukup jika game sudah outdated seiring waktu berjalan.

9. Assassin’s Creed III

Sesudah 3 seri diprioritaskan pada cerita Ezio, Assassin’s Creed III jadi awal baru dengan karakter serta latar yang baru . Pada seri ini, game bukan hanya beri wilayah kota saja, dan juga rimba yang bisa dijelajahi dan rimba sebagai tempat untuk memburu. Saat semua fans dari AC suka dengan karakter Ezio, hal sama susah untuk disebutkan pada Connor. Begitu pendiam, tidak karismatik dan miliki peningkatan cerita yang tidak demikian menarik. Dapat disebut dia jadi salah satunya protagonis paling terlewatkan di selama seri.

Pada faktor gameplay, Assassin’s Creed III tidak jelek, tetapi beberapa side mission termasuk menjemukan. Tetapi disamping bagusnya ialah kehadiran naval battle yang nanti disempurnakan kembali lagi di seri setelah itu.

8. Assassin’s Creed Unity

Bug, glitch, permasalahan server, aplikasi companion tidak penting, port PC yang jelek. Assassin’s Creed Unity jadi seri paling polemis sebab rilis-nya yang sarat dengan permasalahan tehnis. Lepas dari semua hal itu, ada banyak hal bagus yang tiba dari seri ini. Penyesuaian karakter, kota paris yang indah serta ramai, serta beberapa mekanik pada stealth membuat game jadi lebih menarik.

Patch serta update sudah benahi sebagian besar permasalahan tehnis yang ada di awal launch. Tapi itu tidak bisa melakukan perbaikan plot serta karakter yang kemungkinan jadi paling loyo di selama franchise. Premisnya sedikit menarik dengan meningkatkan romansa antar ke-2 karakter. Tetapi keseluruhannya, cerita di Unity berasa cemplang serta pointless dengan akhir yang tidak memberi kepuasan benar-benar. Cerita masa modern berkesan pointless serta seolah dibikin karenanya berada di checklist beberapa penulis di Ubisoft.

7. Assassin’s Creed Origins

Origins jadi pertama kali franchise ini berubah ke jenis RPG. Ubisoft imbuhkan sistem skill-tree serta stats di setiap senjata sekaligus juga armor yang pemain dapatkan. Untuk bikin game ini makin seperti RPG, sistem combat dibikin lebih seperti RPG paling baru yang sudah launching. Seperti The Witcher 3 atau Dark Souls adanya mekanik dodge, lock-on, type gempuran yang lain, dampak elemental, dan sebagainya.

Direksi baru yang diambil Ubisoft pada seri ini menyebabkan tanggapan campur baur dari fans. Di satu bagian banyak yang berasa jika perkembangan yang ditambah lagi sudah membuat franchise ini fresh kembali lagi. Tetapi di lain sisi banyak juga fans yang berasa jika tambahan RPG di Origins malah membuat game begitu grindy. Serta tidak lebih sekedar untuk membuat waktu game lebih lama dengan cara artifisial.

6. Assassin’s Creed Rogue

Rogue pada intinya hanya expansion dari Assassin’s Creed IV: Black Flag dengan karakter yang lain. Tetapi hal itu tidak jelek benar-benar. Rogue menawarkan kekhasan sendiri dimana kamu tidak bermain untuk assassin tetapi untuk templar. Dengan peranan yang terbalik ini, kamu tidak lagi lakukan pembunuhan pada beberapa sasaranmu. Tetapi jaga si sasaran dibunuh oleh beberapa assassin.

Formula ini walau tidak 100% tidak sama. Masih jadi break dari formula-formula awalnya yang makin lama makin kurang pengembangan serta mulai menjemukan. Cormac sendiri adalah salah satunya karakter paling kompleks yang pernah dibuat oleh Ubisoft sesudah Ezio. Makin lama kamu bermain, karena itu makin lama kamu sadar bila karakter ini lebih dari sebatas “pembunuh kejam” yang ditampilkan di awal-awal game.

Selanjutnya, Rogue jadi hidden gem dari franchise ini serta sedikit tragis untuk lihat game satu ini. Yang miliki anggaran lebih rendah rupanya lebih baik dari Unity. Yang dikeluarkan dengan cara bertepatan dengan game ini.

5. Assassin’s Creed Odyssey

Sama seperti Rogue, Assassin’s Creed Odyssey lebih seperti ekspansi besar dari seri awalnya – Assasin’s Creed Origins. Teruskan direksi RPG yang dikenalkan Origins. Seri ini imbuhkan beberapa mekanik baru seperti skill aktif, quest yang lebih kompleks. Serta sistem mercenary yang kurang lebih seperti seperti sistem Nemesis di Shadow of Mordor.

Buat kamu yang ingin bermain game ini, bersiap untuk ditemui dengan grinding panjang terutamanya di tengah game. Kamu harus lakukan grinding itu, sebab progresi cerita penting seringkali terblokir sampai kamu raih level spesifik atau sampai quest “siap”. Untuk dilaksanakan yang seringkali bermakna kamu harus lakukan beberapa puluh side-quest dalam ruang itu terlebih dulu. Bila kamu suka Origins atau RPG modern AAA saat ini, kemungkinan besar kamu akan suka Odyssey. Tetapi buat kamu yang tidak kuat grinding panjang serta lebih harap pengalaman AC lama, seri ini susah untuk direkomendasikan.

4. Assassin’s Creed Syndicate

Syndicate kembali pada formula lama seri setelah sebelumnya sekian tahun melakukan eksperimen dengan beberapa komponen baru. Syndicate lebih konsentrasi akan design level yang lebih kompleks. Yang membuat setiap misi assassination menarik untuk dimainkan walau tidak kebanyakan macam yang ditawarkan.

Syndicate miliki dua protagonis yakni Evie serta Jacob Fyre serta kedua-duanya miliki karakter semasing dan chemistry yang cocok. Membuat kamu ingin mengenali lebih dari ke-2 karakter ini. Kota London nampak cantik serta membahagiakan untuk dieksplorasi. Dan kehadiran zipline membuat eksplorasi ini jauh lebih cepa. Serta kurangi kesan-kesan menjemukan yang seringkali berlangsung di beberapa seri awalnya.

3. Assassin’s Creed II

Jika Assassin’s Creed pertama jadi dasar dari franchise ini, Assassin’s Creed II jadi monumen yang telah jadi. Assassin’s Creed II sempurnakan formula open-world yang ditampilkan pada game pertama. Semua faktor di game ini sudah disempurnakan untuk buat game yang fenomenal serta adiktif.

Game ke-2 ini datangkan Ezio yang fans lama serta baru tentu sepakat bila ia ialah karakter paling ikonik serta paling disukai oleh fans. Latar tempat yang terbagi dalam Florence, Venice, serta kota yang lain jadi latar yang menarik untuk dijelajahi. Sebab kecantikan serta bentuknya yang sesuai dengan ketrampilan parkour dari Ezio. Secara singkat, Assassin’s Creed II jadi salah satunya contoh baik akan membuat sekuel.

2. Assassin’s Creed IV: Black Flag

Sebelum Origins serta Odyssey launching, Black Flag pernah digolongkan untuk game Assassin’s Creed paling “meleset”. Ubisoft seolah bermain judi pada seri yang ini serta taruhkan semua komponen baru di dalam game ini. Dengan keinginan bisa beri Assassin’s Creed paling tidak sama yang pernah ada… serta mereka sukses.

Black Flag lebih konsentrasi pada faktor membajak laut. Yang bermakna kamu akan lebih seringkali keliling memakai kapal, perang antar kapal. Serta cari harta karun daripada membunuh beberapa templar. Walau tidak sama, gameplay dari Black Flag begitu membahagiakan untuk dimainkan. Dengan panorama indah yang tetap ditawarkan selama perjalanan menuju sinyal X yang setelah itu.

Black Flag seperti Wind Waker dari franchise Zelda. Kedua-duanya menyelimpang dari formula game awalnya dan kedua-duanya konsentrasi pada eksplorasi laut, fans awalannya pesimis pertama kalinya game dipublikasikan tetapi sekarang jadi favorite banyak fans.

1. Assassin’s Creed Brotherhood

Bila Assassin’s Creed Pertama ialah dasar serta Assassin’s Creed II ialah monumennya, karena itu Assassin’s Creed Brotherhood ialah monumen sesudah diperbaiki berserta didalamnya. Pertama kalinya dipublikasikan, fans pesimis dengan game ini. Brotherhood dikeluarkan setahun sesudah game ke-2, fans cemas game ini bisa menjadi cashgrab atau minimal satu expansion semata-mata. Walau pada intinya betul bila ini berasa seperti expansion semata-mata dari Assassin’s Creed II, Brotherhood menawarkan gameplay yang jauh lebih asyik dan cerita yang jauh lebih menarik dari AC II.

Gameplay pada intinya sama dengan awalnya, tetapi dengan kelompok side activities baru yang semua asyik untuk dilaksanakan dari mulai mengambil beberapa assassin, perbaikan tempat yang diperdalam, ambil teritori lawan, dan combat yang sekarang jauh lebih cepat serta agresif dari game awalnya. Pada faktor cerita sendiri, Brotherhood beri character development yang kompleks untuk Ezio dan cerita yang dengan cara stabil membuat pemain ingin ketahui apakah yang berlangsung setelah itu. Assassin’s Creed Brotherhood adalah pucuk penting dari franchise penting ini, serta game ini jadi game terbaik yang Ubisoft launching dari anthology Assassin’s Creed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *